Kamis, 25 Juli 2013

Rindu

Dalam doa aku bertanya,sampai kapankah kita dipisahkan oleh waktu?
Dengan bisu, aku tetap bertanya. Masihkah kau mengharapkanku dgn alasan yg tak pastimu itu?
Ya, aku tahu waktu yg akan membuktikan. Tapi apakah aku harus menunggu lebih lama lagi? Tidak bisakah kau memperjelas semuanya sampai jelas se-jelas-jelasnya? jika ditanya masalah kejujuran, ya. aku capek menunggu.

Kau datang seperti angin, datang dgn cepat tanpa tau tujuan jelasmu.
Dan aku, juga ikut bertanya. Mengapa kau datang saat waktu yg tidak tepat? Dan saat kau datang, apakah hanya aku seorang yg kau hampiri?
Semuanya tidak jelas alasannya. Itu pun karena KAU.



Saat kau pergi sebentar lalu tak kembali lagi, apa kau ingat, kau masih mempunyai janji yg harus kau tepati?
Jawaban dari semua itu sangat jelas, yaitu aku sebagai korbannya.
Aku yg selama ini menyambut kedatanganmu dgn hati yg teriris pedih.
Aku juga yg mengantar kepergianmu walau aku tak rela sedikitpun.
Dan akulah, orangnya. Yang tak mengerti perasaanku sendiri saat kau pergi.

"seandainya, kau tahu. Kutak ingin kau pergi. Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku. Seandainya kau aku kan selalu cinta. Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini!!"

Aku juga bingung sendiri dgn perasaanmu.
Misterius. Tak mudah ditebak. Dan aku benci itu!!
Ingin sekali aku melihatmu saat itu. Tapi kau taulah, aku adalah orang yg tak berani melihat walau hanya sekejap. Hingga saat ini aku belum berani. Melihatmu dalam jarak dekat apalagi.
Yang aku ingin dari diriku sendiri adalah melupakan semua memory dan ingin membuka lembaran baru. Hanya itu!!
Dan semoga kamu membaca ringkasan kecil dari isi hati yg tak terucap ini....
Ya, aku harap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 25 Juli 2013

Rindu

Dalam doa aku bertanya,sampai kapankah kita dipisahkan oleh waktu?
Dengan bisu, aku tetap bertanya. Masihkah kau mengharapkanku dgn alasan yg tak pastimu itu?
Ya, aku tahu waktu yg akan membuktikan. Tapi apakah aku harus menunggu lebih lama lagi? Tidak bisakah kau memperjelas semuanya sampai jelas se-jelas-jelasnya? jika ditanya masalah kejujuran, ya. aku capek menunggu.

Kau datang seperti angin, datang dgn cepat tanpa tau tujuan jelasmu.
Dan aku, juga ikut bertanya. Mengapa kau datang saat waktu yg tidak tepat? Dan saat kau datang, apakah hanya aku seorang yg kau hampiri?
Semuanya tidak jelas alasannya. Itu pun karena KAU.



Saat kau pergi sebentar lalu tak kembali lagi, apa kau ingat, kau masih mempunyai janji yg harus kau tepati?
Jawaban dari semua itu sangat jelas, yaitu aku sebagai korbannya.
Aku yg selama ini menyambut kedatanganmu dgn hati yg teriris pedih.
Aku juga yg mengantar kepergianmu walau aku tak rela sedikitpun.
Dan akulah, orangnya. Yang tak mengerti perasaanku sendiri saat kau pergi.

"seandainya, kau tahu. Kutak ingin kau pergi. Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku. Seandainya kau aku kan selalu cinta. Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini!!"

Aku juga bingung sendiri dgn perasaanmu.
Misterius. Tak mudah ditebak. Dan aku benci itu!!
Ingin sekali aku melihatmu saat itu. Tapi kau taulah, aku adalah orang yg tak berani melihat walau hanya sekejap. Hingga saat ini aku belum berani. Melihatmu dalam jarak dekat apalagi.
Yang aku ingin dari diriku sendiri adalah melupakan semua memory dan ingin membuka lembaran baru. Hanya itu!!
Dan semoga kamu membaca ringkasan kecil dari isi hati yg tak terucap ini....
Ya, aku harap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar